{"id":1532,"date":"2026-02-02T22:07:23","date_gmt":"2026-02-02T15:07:23","guid":{"rendered":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja"},"modified":"2026-02-02T22:07:23","modified_gmt":"2026-02-02T15:07:23","slug":"stonehenge-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja","title":{"rendered":"Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,"},"content":{"rendered":"<p>Yogyakarta selalu punya cara untuk memukau hati para wisatawan dengan keunikan destinasi wisatanya. Salah satu permata tersembunyi yang kini kian populer adalah Stonehenge Jogja. Bukan situs prasejarah asli dari Inggris, melainkan sebuah replika kreatif yang dibangun dari tumpukan batuan vulkanik, menawarkan pengalaman visual yang luar biasa di tengah lanskap alam Cangkringan yang asri.<\/p>\n<p>Terletak di lereng Gunung Merapi, Stonehenge Jogja berhasil menciptakan daya tarik tersendiri bagi mereka yang mencari spot foto <i>instagramable<\/i> sekaligus merasakan suasana berbeda. Keberadaannya membuktikan bahwa dengan sentuhan kreativitas dan pemanfaatan sumber daya lokal, sebuah destinasi wisata unik dan memikat dapat terwujud, siap menyambut kunjungan Anda.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Apa_Itu_Stonehenge_Jogja_Replika_Megah_dari_Batuan_Lokal\" >Apa Itu Stonehenge Jogja? Replika Megah dari Batuan Lokal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Lokasi_Strategis_dan_Aksesibilitas_Menuju_Stonehenge_Jogja\" >Lokasi Strategis dan Aksesibilitas Menuju Stonehenge Jogja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Daya_Tarik_Utama_Spot_Foto_Instagramable_yang_Memukau\" >Daya Tarik Utama: Spot Foto Instagramable yang Memukau<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Fasilitas_Pendukung_untuk_Kenyamanan_Pengunjung\" >Fasilitas Pendukung untuk Kenyamanan Pengunjung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Harga_Tiket_Masuk_dan_Jam_Operasional_Stonehenge_Jogja\" >Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Stonehenge Jogja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Tips_Mengunjungi_Stonehenge_Jogja_Agar_Liburan_Makin_Berkesan\" >Tips Mengunjungi Stonehenge Jogja Agar Liburan Makin Berkesan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Menjelajahi_Sekitar_Stonehenge_Jogja_Pengalaman_Lebih_dari_Sekadar_Batu\" >Menjelajahi Sekitar Stonehenge Jogja: Pengalaman Lebih dari Sekadar Batu<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Sejarah_Singkat_Cangkringan_dan_Kearifan_Lokal\" >Sejarah Singkat Cangkringan dan Kearifan Lokal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Kuliner_Khas_Cangkringan_yang_Menggugah_Selera\" >Kuliner Khas Cangkringan yang Menggugah Selera<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Perpaduan_Edukasi_dan_Rekreasi_di_Lereng_Merapi\" >Perpaduan Edukasi dan Rekreasi di Lereng Merapi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Stonehenge_Jogja_Replika_Megah_dari_Batuan_Lokal\"><\/span>Apa Itu Stonehenge Jogja? Replika Megah dari Batuan Lokal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Stonehenge Jogja adalah sebuah objek wisata buatan yang meniru formasi batuan kuno Stonehenge di Inggris. Namun, alih-alih batu-batu megalit yang dibawa dari jauh, Stonehenge Jogja dibangun menggunakan batuan andesit sisa erupsi Gunung Merapi. Konsep ini menjadikannya unik dan memiliki cerita tersendiri, terintegrasi dengan kearifan lokal serta kondisi geografis Yogyakarta.<\/p>\n<p>Inisiatif pembangunan replika ini muncul dari gagasan kreatif warga lokal yang ingin memanfaatkan potensi alam pasca-erupsi Merapi, mengubah sisa-sisa alam menjadi sebuah karya seni dan destinasi wisata. Dengan penataan yang apik, pengunjung dapat merasakan sensasi berada di antara tumpukan batu besar, seolah-olah menyusuri lorong waktu ke masa lampau.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lokasi_Strategis_dan_Aksesibilitas_Menuju_Stonehenge_Jogja\"><\/span>Lokasi Strategis dan Aksesibilitas Menuju Stonehenge Jogja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Terletak di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Stonehenge Jogja memiliki lokasi yang cukup strategis dan mudah dijangkau. Meskipun berada di area lereng gunung, akses jalan menuju lokasi sudah relatif baik dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Papan penunjuk jalan yang memadai akan membantu Anda menemukan destinasi ini.<\/p>\n<p>Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan memakan waktu sekitar 45-60 menit tergantung kondisi lalu lintas. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil. Lokasinya juga berdekatan dengan beberapa destinasi wisata populer lain di kawasan Cangkringan seperti Museum Gunung Merapi dan The Lost World Park, memungkinkan Anda untuk merencanakan perjalanan yang efisien.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Daya_Tarik_Utama_Spot_Foto_Instagramable_yang_Memukau\"><\/span>Daya Tarik Utama: Spot Foto Instagramable yang Memukau<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tidak dapat dipungkiri, daya tarik utama Stonehenge Jogja adalah potensi fotografinya yang luar biasa. Replika batu-batu raksasa yang tertata apik di tengah lanskap hijau pegunungan menciptakan latar belakang yang dramatis dan estetik. Setiap sudut menawarkan komposisi menarik untuk diabadikan, menjadikan tempat ini surga bagi para pecinta fotografi dan konten kreator.<\/p>\n<p>Banyak pengunjung datang khusus untuk berburu foto, baik untuk koleksi pribadi maupun unggahan media sosial. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari atau sore menjelang senja, saat cahaya matahari memberikan sentuhan keemasan yang mempercantik batuan dan menciptakan siluet memukau. Jangan ragu untuk berkreasi dengan berbagai pose unik!<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fasilitas_Pendukung_untuk_Kenyamanan_Pengunjung\"><\/span>Fasilitas Pendukung untuk Kenyamanan Pengunjung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengelola Stonehenge Jogja telah menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan para pengunjung. Area parkir yang luas tersedia untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, memastikan tidak ada kesulitan saat tiba. Toilet bersih dan mushola juga disediakan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengunjung.<\/p>\n<p>Selain itu, terdapat pula beberapa warung makan sederhana yang menjajakan makanan dan minuman ringan, cocok untuk mengisi perut setelah lelah berpose. Kios-kios kecil yang menjual suvenir khas Cangkringan juga bisa ditemukan, menjadi pilihan untuk membawa pulang kenang-kenangan unik dari kunjungan Anda.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Harga_Tiket_Masuk_dan_Jam_Operasional_Stonehenge_Jogja\"><\/span>Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Stonehenge Jogja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk menikmati keindahan dan keunikan Stonehenge Jogja, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk yang sangat terjangkau. Harga tiket masuk biasanya tidak terlalu mahal, ditujukan untuk perawatan fasilitas dan pengembangan wisata lokal. Informasi detail mengenai harga tiket dapat berubah, jadi sebaiknya periksa informasi terbaru sebelum kunjungan Anda.<\/p>\n<p>Stonehenge Jogja umumnya buka setiap hari dari pagi hingga sore menjelang malam. Jam operasional yang fleksibel memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk menyesuaikan jadwal kunjungan mereka. Namun, disarankan untuk datang tidak terlalu sore agar bisa menikmati pemandangan dan berfoto dengan pencahayaan yang optimal.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Mengunjungi_Stonehenge_Jogja_Agar_Liburan_Makin_Berkesan\"><\/span>Tips Mengunjungi Stonehenge Jogja Agar Liburan Makin Berkesan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Agar pengalaman Anda di Stonehenge Jogja semakin maksimal, ada beberapa tips yang bisa diikuti. Pertama, kenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman karena Anda akan banyak berjalan dan berpose di area terbuka. Jangan lupa membawa topi atau payung serta tabir surya untuk melindungi diri dari terik matahari, terutama jika berkunjung di siang hari.<\/p>\n<p>Kedua, pastikan baterai kamera atau ponsel Anda terisi penuh, dan jika perlu, bawa power bank agar tidak kehabisan daya saat sedang asyik berfoto. Kunjungi di luar jam sibuk seperti pagi hari saat baru buka atau sore hari menjelang tutup untuk menghindari keramaian dan mendapatkan hasil foto yang lebih leluasa dan estetik.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menjelajahi_Sekitar_Stonehenge_Jogja_Pengalaman_Lebih_dari_Sekadar_Batu\"><\/span>Menjelajahi Sekitar Stonehenge Jogja: Pengalaman Lebih dari Sekadar Batu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kunjungan ke Stonehenge Jogja tidak hanya tentang replika batuan megah, tetapi juga tentang pengalaman menyeluruh di kawasan lereng Merapi. Lingkungan sekitar menawarkan pemandangan alam yang menenangkan dengan udara sejuk pegunungan. Anda bisa meluangkan waktu untuk sekadar menikmati suasana pedesaan yang asri dan jauh dari hiruk pikuk kota.<\/p>\n<p>Kawasan Cangkringan sendiri kaya akan kisah dan potensi wisata lain yang bisa dieksplorasi. Dari agrowisata hingga situs-situs yang menyimpan memori erupsi Merapi, ada banyak hal menarik yang menanti untuk dijelajahi, menambah dimensi baru pada perjalanan wisata Anda di Yogyakarta.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Singkat_Cangkringan_dan_Kearifan_Lokal\"><\/span>Sejarah Singkat Cangkringan dan Kearifan Lokal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Cangkringan adalah daerah yang memiliki sejarah panjang dan kearifan lokal yang kuat, terutama terkait dengan aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat di sini terkenal akan ketangguhan dan semangatnya dalam bangkit pasca-bencana erupsi. Stonehenge Jogja sendiri merupakan salah satu wujud adaptasi dan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi sisa-sisa erupsi menjadi nilai ekonomi dan pariwisata.<\/p>\n<p>Interaksi dengan penduduk lokal juga dapat memberikan wawasan berharga tentang kehidupan di lereng gunung berapi, tradisi, serta upaya mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pengunjung berkesempatan untuk melihat bagaimana masyarakat setempat hidup harmonis dengan alam, bahkan setelah menghadapi berbagai tantangan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kuliner_Khas_Cangkringan_yang_Menggugah_Selera\"><\/span>Kuliner Khas Cangkringan yang Menggugah Selera<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner khas Cangkringan dan sekitarnya. Beberapa warung makan lokal menyajikan hidangan tradisional Jawa dengan cita rasa otentik yang patut dicoba. Dari nasi ingkung, jadah tempe, hingga aneka olahan singkong, setiap hidangan menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dan memanjakan lidah.<\/p>\n<p>Mencicipi kuliner lokal bukan hanya tentang makan, tetapi juga tentang merasakan bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Ini adalah cara terbaik untuk mendukung perekonomian lokal dan melengkapi petualangan Anda dengan cita rasa yang tak terlupakan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perpaduan_Edukasi_dan_Rekreasi_di_Lereng_Merapi\"><\/span>Perpaduan Edukasi dan Rekreasi di Lereng Merapi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kunjungan ke Stonehenge Jogja dan daerah Cangkringan secara keseluruhan menawarkan perpaduan menarik antara rekreasi dan edukasi. Selain berfoto ria, Anda juga bisa belajar banyak tentang geologi vulkanik, dampak erupsi Merapi, serta bagaimana masyarakat bangkit dan berinovasi. Ada beberapa museum dan pusat edukasi vulkanologi yang bisa dikunjungi di sekitar area tersebut. Baca selengkapnya di <a href=\"https:\/\/beritathailand.it.com\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">https:\/\/beritathailand.it.com\/<\/a>!<\/p>\n<p>Pengalaman ini memberikan nilai tambah pada liburan Anda, menjadikannya tidak hanya sekadar bersenang-senang, tetapi juga memperkaya pengetahuan dan pemahaman tentang alam dan kehidupan. Ini adalah cara yang sempurna untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga atau teman.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Stonehenge Jogja adalah bukti nyata bahwa dengan kreativitas dan semangat komunitas, sisa-sisa alam dapat diubah menjadi sebuah mahakarya wisata yang memukau. Dengan replika batuan megah yang <i>instagramable<\/i>, fasilitas pendukung yang memadai, dan lokasi yang mudah diakses, destinasi ini menawarkan pengalaman liburan yang unik dan tak terlupakan di Yogyakarta. Coba sekarang di <a href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">https:\/\/miegacoanjogja.id\/<\/a>!<\/p>\n<p>Lebih dari sekadar spot foto, kunjungan ke Stonehenge Jogja juga membuka pintu untuk menjelajahi kearifan lokal, menikmati kuliner autentik, dan mendapatkan wawasan edukatif tentang kehidupan di lereng Merapi. Jadi, jika Anda mencari pengalaman baru yang berbeda, Stonehenge Jogja wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda berikutnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta selalu punya cara untuk memukau hati para wisatawan dengan keunikan destinasi wisatanya. Salah satu permata tersembunyi yang kini kian populer adalah Stonehenge Jogja. Bukan situs prasejarah asli dari Inggris, melainkan sebuah replika kreatif yang dibangun dari tumpukan batuan vulkanik, menawarkan pengalaman visual yang luar biasa di tengah lanskap alam Cangkringan yang asri. Terletak di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1531,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[283,447],"class_list":["post-1532","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-blog","tag-jogja","tag-stonehenge"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah satu permata tersembunyi yang kini kian populer adalah Stonehenge Jogja.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu permata tersembunyi yang kini kian populer adalah Stonehenge Jogja.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Mie Gacoan Jogja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-02T15:07:23+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\"},\"headline\":\"Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,\",\"datePublished\":\"2026-02-02T15:07:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja\"},\"wordCount\":1197,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/stonehenge-jogja.png?wsr\",\"keywords\":[\"jogja\",\"stonehenge\"],\"articleSection\":[\"Blog\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja\",\"name\":\"Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/stonehenge-jogja.png?wsr\",\"datePublished\":\"2026-02-02T15:07:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\"},\"description\":\"Salah satu permata tersembunyi yang kini kian populer adalah Stonehenge Jogja.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/stonehenge-jogja.png?wsr\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/stonehenge-jogja.png?wsr\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"Stonehenge Jogja\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/stonehenge-jogja#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog Mie Gacoan Jogja\",\"description\":\"Info Menu, Promo &amp; Update Terbaru di Jogja\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/author\\\/administrator\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,","description":"Salah satu permata tersembunyi yang kini kian populer adalah Stonehenge Jogja.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,","og_description":"Salah satu permata tersembunyi yang kini kian populer adalah Stonehenge Jogja.","og_url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja","og_site_name":"Blog Mie Gacoan Jogja","article_published_time":"2026-02-02T15:07:23+00:00","author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e"},"headline":"Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,","datePublished":"2026-02-02T15:07:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja"},"wordCount":1197,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/stonehenge-jogja.png?wsr","keywords":["jogja","stonehenge"],"articleSection":["Blog"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja","name":"Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,","isPartOf":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/stonehenge-jogja.png?wsr","datePublished":"2026-02-02T15:07:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e"},"description":"Salah satu permata tersembunyi yang kini kian populer adalah Stonehenge Jogja.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja#primaryimage","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/stonehenge-jogja.png?wsr","contentUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/stonehenge-jogja.png?wsr","width":700,"height":400,"caption":"Stonehenge Jogja"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/stonehenge-jogja#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Stonehenge Jogja: Replika Megah di Lereng Merapi,"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/","name":"Blog Mie Gacoan Jogja","description":"Info Menu, Promo &amp; Update Terbaru di Jogja","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog"],"url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/author\/administrator"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1532"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1532\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}