{"id":1624,"date":"2026-02-04T04:15:11","date_gmt":"2026-02-03T21:15:11","guid":{"rendered":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja"},"modified":"2026-02-04T04:15:11","modified_gmt":"2026-02-03T21:15:11","slug":"bumbu-gudeg-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja","title":{"rendered":"Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa"},"content":{"rendered":"<p>Siapa yang tak kenal Gudeg Jogja? Kuliner legendaris dari kota pelajar ini selalu berhasil memikat lidah siapa saja yang mencicipinya. Lebih dari sekadar hidangan, gudeg adalah simbol kehangatan dan kekayaan budaya Jawa. Namun, di balik kelezatan manis gurihnya, tersimpan sebuah rahasia besar: bumbu gudeg Jogja yang otentik, yang menjadi kunci utama cita rasa khasnya.<\/p>\n<p>Memahami dan meracik bumbu gudeg bukanlah perkara sepele. Ini adalah seni yang diwariskan turun-temurun, sebuah proses yang membutuhkan kesabaran, keahlian, dan pemahaman mendalam tentang setiap bahan. Artikel ini akan membawa Anda menyelami lebih dalam dunia bumbu gudeg Jogja, mengungkap komponen-komponen penting, teknik pengolahan, hingga tips untuk menghasilkan gudeg yang benar-benar istimewa. Jelajahi lebih lanjut di <a href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">https:\/\/miegacoanjogja.id\/<\/a>!<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\/#Mengenal_Karakteristik_Bumbu_Gudeg_Jogja\" >Mengenal Karakteristik Bumbu Gudeg Jogja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\/#Bahan-Bahan_Utama_Bumbu_Dasar_Gudeg\" >Bahan-Bahan Utama Bumbu Dasar Gudeg<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\/#Peran_Santan_dan_Gula_Merah_dalam_Gudeg\" >Peran Santan dan Gula Merah dalam Gudeg<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\/#Bumbu_Rahasia_Pewarna_Alami_Gudeg_Daun_Jati\" >Bumbu Rahasia Pewarna Alami Gudeg: Daun Jati<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\/#Teknik_Memasak_Bumbu_Gudeg_yang_Tepat\" >Teknik Memasak Bumbu Gudeg yang Tepat<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\/#Sentuhan_Khas_Rempah_Aromatik_Ketumbar_Lengkuas_Sereh\" >Sentuhan Khas Rempah Aromatik: Ketumbar, Lengkuas, Sereh<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\/#Variasi_Bumbu_Gudeg_Antara_Klasik_dan_Modifikasi\" >Variasi Bumbu Gudeg: Antara Klasik dan Modifikasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\/#Tips_Memilih_Nangka_Muda_Terbaik_untuk_Gudeg\" >Tips Memilih Nangka Muda Terbaik untuk Gudeg<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_Karakteristik_Bumbu_Gudeg_Jogja\"><\/span>Mengenal Karakteristik Bumbu Gudeg Jogja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Karakteristik utama bumbu gudeg Jogja adalah perpaduan rasa manis yang mendominasi, disusul gurih dari santan, dan sentuhan samar rempah yang menghangatkan. Keseimbangan ini menciptakan pengalaman rasa yang unik, berbeda dari masakan lain. Bumbu ini juga bertanggung jawab memberikan warna coklat kemerahan khas pada nangka muda.<\/p>\n<p>Cita rasa yang kaya ini didapat dari proses masak yang lama dan bumbu-bumbu segar pilihan. Setiap bumbu memiliki perannya masing-masing dalam menciptakan harmoni rasa. Pemilihan bahan yang berkualitas sangat esensial untuk mencapai profil rasa gudeg Jogja yang autentik dan tak terlupakan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bahan-Bahan_Utama_Bumbu_Dasar_Gudeg\"><\/span>Bahan-Bahan Utama Bumbu Dasar Gudeg<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bumbu dasar gudeg Jogja sebenarnya cukup sederhana namun powerful. Intinya adalah perpaduan bawang merah, bawang putih, kemiri sangrai, ketumbar, lengkuas, daun salam, dan serai. Semua bahan ini harus dihaluskan dengan sempurna, kecuali daun salam dan serai yang cukup digeprek.<\/p>\n<p>Kualitas bahan sangat menentukan hasil akhir. Pastikan Anda menggunakan rempah-rempah segar, bukan yang sudah lama disimpan. Ketumbar yang baru disangrai akan mengeluarkan aroma lebih kuat, sementara kemiri memberikan kekentalan dan rasa gurih alami pada bumbu yang dihaluskan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_Santan_dan_Gula_Merah_dalam_Gudeg\"><\/span>Peran Santan dan Gula Merah dalam Gudeg<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dua bahan ini adalah jiwa dari gudeg Jogja. Santan kental murni dari kelapa segar menjadi sumber utama kegurihan dan kekayaan rasa. Santan akan direduksi secara perlahan selama proses memasak, meresap sempurna ke dalam nangka muda dan bumbu lainnya, menciptakan tekstur lembut dan creamy.<\/p>\n<p>Gula merah atau gula aren, selain memberikan rasa manis legit yang menjadi ciri khas gudeg, juga berperan penting dalam memberikan warna coklat alami. Pilihlah gula merah berkualitas baik dengan warna pekat dan aroma karamel yang kuat, karena ini akan sangat mempengaruhi tampilan dan rasa gudeg Anda.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bumbu_Rahasia_Pewarna_Alami_Gudeg_Daun_Jati\"><\/span>Bumbu Rahasia Pewarna Alami Gudeg: Daun Jati<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu rahasia di balik warna coklat kemerahan gudeg Jogja yang ikonik adalah penggunaan daun jati. Daun jati kering, ketika dimasak bersama nangka dan bumbu, akan melepaskan pigmen alami yang mewarnai gudeg. Ini adalah cara tradisional yang diwariskan, jauh sebelum penggunaan pewarna makanan buatan.<\/p>\n<p>Selain sebagai pewarna, daun jati juga dipercaya memberikan aroma khas yang melengkapi kompleksitas rasa gudeg. Penggunaannya tidak hanya mempercantik tampilan tetapi juga menambah dimensi rasa yang otentik. Pastikan daun jati yang digunakan bersih dan sudah dicuci.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teknik_Memasak_Bumbu_Gudeg_yang_Tepat\"><\/span>Teknik Memasak Bumbu Gudeg yang Tepat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kunci dari gudeg yang lezat terletak pada teknik memasak &#8220;ungkep&#8221; yang panjang. Bumbu yang sudah dihaluskan ditumis hingga harum, kemudian dicampur dengan nangka muda, santan, gula merah, dan rempah daun. Semuanya dimasak dalam api kecil selama berjam-jam.<\/p>\n<p>Proses masak yang lambat ini memungkinkan semua bumbu meresap sempurna ke dalam nangka muda hingga empuk dan pulen. Ini juga yang membuat warna gudeg menjadi pekat dan rasanya semakin medok. Kesabaran adalah virtue utama dalam meracik gudeg yang sempurna.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sentuhan_Khas_Rempah_Aromatik_Ketumbar_Lengkuas_Sereh\"><\/span>Sentuhan Khas Rempah Aromatik: Ketumbar, Lengkuas, Sereh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ketumbar, lengkuas, dan sereh adalah trio rempah aromatik yang memberikan ciri khas pada bumbu gudeg. Ketumbar, dengan aroma hangat dan sedikit pedas, menambah kedalaman rasa. Lengkuas memberikan sentuhan pedas dan segar yang tidak terlalu dominan namun krusial.<\/p>\n<p>Sementara itu, sereh atau serai memberikan aroma citrus yang segar dan sedikit wangi, menyeimbangkan rasa manis dan gurih. Penggunaan ketiga rempah ini dalam proporsi yang tepat adalah bagian dari keahlian seorang juru masak gudeg, memastikan setiap gigitan terasa kaya dan kompleks.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Variasi_Bumbu_Gudeg_Antara_Klasik_dan_Modifikasi\"><\/span>Variasi Bumbu Gudeg: Antara Klasik dan Modifikasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara umum, bumbu gudeg klasik Jogja memiliki konsistensi rasa yang cenderung manis dan gurih. Namun, terdapat variasi tipis yang membedakan gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah memiliki kuah santan yang lebih banyak, sedangkan gudeg kering dimasak hingga santan menyusut sepenuhnya.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, bumbu dasar intinya tetap sama. Beberapa juru masak mungkin menambahkan sedikit cabai untuk sentuhan pedas, atau menggunakan jenis gula merah tertentu untuk nuansa rasa yang berbeda. Namun, esensi manis-gurih otentik gudeg Jogja selalu dipertahankan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Memilih_Nangka_Muda_Terbaik_untuk_Gudeg\"><\/span>Tips Memilih Nangka Muda Terbaik untuk Gudeg<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Selain bumbu, pemilihan nangka muda sebagai bahan utama gudeg juga sangat penting. Pilihlah nangka muda yang benar-benar muda, warnanya masih putih pucat, dan getahnya tidak terlalu banyak. Nangka yang terlalu tua akan keras dan sulit menyerap bumbu. Baca selengkapnya di <a href=\"https:\/\/beritathailand.it.com\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">https:\/\/beritathailand.it.com\/<\/a>!<\/p>\n<p>Nangka muda yang berkualitas akan menghasilkan tekstur gudeg yang pulen dan lembut setelah dimasak lama. Potong nangka dalam ukuran yang sesuai, jangan terlalu kecil agar tidak hancur, dan rebus sebentar untuk menghilangkan getahnya sebelum dimasak dengan bumbu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bumbu gudeg Jogja adalah jantung dari kelezatan kuliner ikonik ini. Dari perpaduan manisnya gula merah, gurihnya santan, hingga aroma rempah yang kompleks, setiap bahan memiliki peran vital dalam menciptakan cita rasa yang melegenda. Rahasia di balik gudeg yang otentik terletak pada pemahaman mendalam tentang bahan, kesabaran dalam proses memasak, dan dedikasi pada tradisi.<\/p>\n<p>Dengan mengetahui seluk-beluk bumbu gudeg ini, Anda tidak hanya dapat lebih menghargai setiap suapan, tetapi mungkin juga terinspirasi untuk mencoba meracik sendiri di rumah. Selamat mencoba dan semoga Anda dapat menciptakan gudeg Jogja dengan cita rasa yang tak kalah istimewa!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa yang tak kenal Gudeg Jogja? Kuliner legendaris dari kota pelajar ini selalu berhasil memikat lidah siapa saja yang mencicipinya. Lebih dari sekadar hidangan, gudeg adalah simbol kehangatan dan kekayaan budaya Jawa. Namun, di balik kelezatan manis gurihnya, tersimpan sebuah rahasia besar: bumbu gudeg Jogja yang otentik, yang menjadi kunci utama cita rasa khasnya. Memahami &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1623,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[479,357],"class_list":["post-1624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-blog","tag-bumbu","tag-gudeg"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.2 (Yoast SEO v27.6) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Siapa yang tak kenal Gudeg Jogja?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Siapa yang tak kenal Gudeg Jogja?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Mie Gacoan Jogja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-03T21:15:11+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\"},\"headline\":\"Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa\",\"datePublished\":\"2026-02-03T21:15:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja\"},\"wordCount\":907,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/bumbu-gudeg-jogja.png?wsr\",\"keywords\":[\"bumbu\",\"gudeg\"],\"articleSection\":[\"Blog\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja\",\"name\":\"Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/bumbu-gudeg-jogja.png?wsr\",\"datePublished\":\"2026-02-03T21:15:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\"},\"description\":\"Siapa yang tak kenal Gudeg Jogja?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/bumbu-gudeg-jogja.png?wsr\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/bumbu-gudeg-jogja.png?wsr\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"Bumbu Gudeg Jogja\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bumbu-gudeg-jogja#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog Mie Gacoan Jogja\",\"description\":\"Info Menu, Promo &amp; Update Terbaru di Jogja\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/author\\\/administrator\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa","description":"Siapa yang tak kenal Gudeg Jogja?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa","og_description":"Siapa yang tak kenal Gudeg Jogja?","og_url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja","og_site_name":"Blog Mie Gacoan Jogja","article_published_time":"2026-02-03T21:15:11+00:00","author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e"},"headline":"Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa","datePublished":"2026-02-03T21:15:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja"},"wordCount":907,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/bumbu-gudeg-jogja.png?wsr","keywords":["bumbu","gudeg"],"articleSection":["Blog"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja","name":"Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/bumbu-gudeg-jogja.png?wsr","datePublished":"2026-02-03T21:15:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e"},"description":"Siapa yang tak kenal Gudeg Jogja?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja#primaryimage","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/bumbu-gudeg-jogja.png?wsr","contentUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/bumbu-gudeg-jogja.png?wsr","width":700,"height":400,"caption":"Bumbu Gudeg Jogja"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bumbu-gudeg-jogja#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rahasia Bumbu Gudeg Jogja Asli: Cita Rasa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/","name":"Blog Mie Gacoan Jogja","description":"Info Menu, Promo &amp; Update Terbaru di Jogja","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog"],"url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/author\/administrator"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1624"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1624\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}