{"id":1893,"date":"2026-02-07T22:38:55","date_gmt":"2026-02-07T15:38:55","guid":{"rendered":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja"},"modified":"2026-02-07T22:38:55","modified_gmt":"2026-02-07T15:38:55","slug":"yangko-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja","title":{"rendered":"Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p>Yogyakarta, kota budaya yang selalu memikat hati, tak hanya dikenal dengan pesona keraton, candi, atau alamnya yang indah. Lebih dari itu, kota ini juga kaya akan khazanah kuliner, terutama jajanan tradisional yang legendaris. Salah satu mahakarya kuliner manis yang tak boleh dilewatkan adalah Yangko Jogja. Jajanan kenyal berwarna-warni ini bukan sekadar penganan biasa, melainkan cerminan dari kekayaan rasa dan warisan budaya Kota Gudeg.<\/p>\n<p>Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Yogyakarta, Yangko tentu sudah tidak asing lagi. Namun, bagi yang belum, bersiaplah untuk terpikat oleh teksturnya yang lembut dan kenyal, serta cita rasa manis legit yang khas. Yangko Jogja telah lama menjadi primadona oleh-oleh, menjadikannya simbol kehangatan dan kenangan manis dari perjalanan di kota istimewa ini. Mari kita selami lebih dalam dunia Yangko, dari sejarah hingga cara menikmatinya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Apa_Itu_Yangko_Jogja\" >Apa Itu Yangko Jogja?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Sejarah_dan_Asal-usul_Yangko\" >Sejarah dan Asal-usul Yangko<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Filosofi_dan_Makna_Yangko\" >Filosofi dan Makna Yangko<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Proses_Pembuatan_Yangko_Tradisional\" >Proses Pembuatan Yangko Tradisional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Varian_Rasa_dan_Inovasi_Yangko\" >Varian Rasa dan Inovasi Yangko<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Kelezatan_Yangko_di_Era_Modern\" >Kelezatan Yangko di Era Modern<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Mengapa_Yangko_Adalah_Oleh-Oleh_Wajib_dari_Jogja\" >Mengapa Yangko Adalah Oleh-Oleh Wajib dari Jogja<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Yangko_Bukan_Sekadar_Jajanan_Tapi_Warisan_Kuliner\" >Yangko: Bukan Sekadar Jajanan, Tapi Warisan Kuliner<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Pusat_Oleh-Oleh_Yangko_Terkemuka_di_Jogja\" >Pusat Oleh-Oleh Yangko Terkemuka di Jogja<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Tips_Memilih_dan_Menyimpan_Yangko_Terbaik\" >Tips Memilih dan Menyimpan Yangko Terbaik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Yangko_Jogja\"><\/span>Apa Itu Yangko Jogja?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Yangko adalah penganan tradisional khas Yogyakarta yang terbuat dari tepung ketan, gula, dan bahan-bahan alami lainnya. Teksturnya sangat khas, yaitu kenyal, lembut, dan sedikit lengket, mengingatkan kita pada mochi dari Jepang, namun dengan cita rasa dan karakteristik yang unik ala Indonesia. Bentuknya kotak kecil yang imut, seringkali dibalur dengan tepung agar tidak lengket satu sama lain.<\/p>\n<p>Secara tradisional, Yangko memiliki isian kacang cincang yang manis, memberikan perpaduan tekstur renyah di dalam dan kenyal di luar. Namun, seiring waktu, varian rasa dan isian Yangko telah berkembang pesat, menawarkan pengalaman kuliner yang lebih beragam dan menarik bagi para penikmatnya. Kehadiran Yangko selalu membawa nuansa nostalgia akan tradisi dan kehangatan keluarga.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_dan_Asal-usul_Yangko\"><\/span>Sejarah dan Asal-usul Yangko<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kisah Yangko dimulai dari sebuah daerah di Yogyakarta yang bernama Kotagede, sebuah kawasan yang dikenal sebagai pusat kerajinan perak dan memiliki sejarah panjang dalam perkembangan kuliner tradisional. Konon, Yangko pertama kali dibuat pada masa Kesultanan Mataram, menjadi sajian istimewa yang hanya dinikmati oleh kalangan bangsawan dan priyayi.<\/p>\n<p>Nama &#8220;Yangko&#8221; sendiri dipercaya berasal dari frasa &#8220;jangan kolu&#8221; yang berarti &#8220;jangan mau&#8221; atau &#8220;jangan sampai habis&#8221; dalam bahasa Jawa, mengacu pada kelezatan Yangko yang membuat siapa saja ingin terus menyantapnya. Seiring waktu, resep Yangko yang semula hanya dinikmati di lingkungan keraton, mulai menyebar dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Yogyakarta.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Filosofi_dan_Makna_Yangko\"><\/span>Filosofi dan Makna Yangko<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lebih dari sekadar jajanan, Yangko juga menyimpan filosofi dan makna mendalam yang terkait dengan budaya Jawa. Teksturnya yang kenyal melambangkan keuletan dan kebersamaan, mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dan kerukunan dalam masyarakat. Setiap gigitan Yangko yang manis dan legit seolah mengajak kita untuk merasakan kebahagiaan dan syukur.<\/p>\n<p>Warna-warni Yangko yang menarik juga bisa diinterpretasikan sebagai keberagaman dalam keharmonisan. Meskipun berbeda warna dan rasa, semua varian Yangko tetap menyatu dalam satu kesatuan kelezatan. Ini mengajarkan kita tentang indahnya perbedaan yang bisa menghasilkan keindahan dan kenikmatan bila disatukan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Pembuatan_Yangko_Tradisional\"><\/span>Proses Pembuatan Yangko Tradisional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pembuatan Yangko membutuhkan ketelatenan dan keahlian khusus, terutama jika mengikuti resep tradisional. Bahan utamanya adalah tepung ketan pilihan yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi adonan yang kenyal dan lentur. Proses pengadukan adonan ini menjadi kunci utama untuk mendapatkan tekstur Yangko yang sempurna, tidak terlalu lembek maupun terlalu keras.<\/p>\n<p>Setelah adonan siap, kemudian diberi pewarna alami dari ekstrak buah atau daun, lalu dimasak dengan cara dikukus hingga matang. Adonan yang sudah matang kemudian dipotong-potong kecil dan diberi isian kacang atau varian rasa lainnya, lalu dibalut dengan tepung agar tidak lengket. Seluruh proses ini seringkali masih dilakukan secara manual oleh para pengrajin Yangko, menjaga kualitas dan cita rasa otentik.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Varian_Rasa_dan_Inovasi_Yangko\"><\/span>Varian Rasa dan Inovasi Yangko<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meskipun Yangko tradisional dengan isian kacang tetap menjadi favorit, para produsen Yangko kini semakin kreatif dalam menghadirkan inovasi rasa. Anda bisa menemukan Yangko dengan rasa pandan yang harum, cokelat yang kaya, stroberi yang segar, hingga durian yang eksotis. Inovasi ini bertujuan untuk memenuhi selera pasar yang semakin beragam dan menarik minat generasi muda.<\/p>\n<p>Selain varian rasa, ada juga Yangko tanpa isian atau dengan isian buah-buahan lokal seperti nangka. Inovasi ini tidak hanya menambah pilihan bagi konsumen, tetapi juga menunjukkan adaptabilitas Yangko sebagai kuliner tradisional yang mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar modern, tanpa menghilangkan esensi aslinya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelezatan_Yangko_di_Era_Modern\"><\/span>Kelezatan Yangko di Era Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di era digital dan gaya hidup serba cepat ini, Yangko berhasil mempertahankan eksistensinya bahkan beradaptasi dengan baik. Produsen Yangko modern tidak hanya fokus pada rasa, tetapi juga pada kemasan yang lebih menarik dan higienis, menjadikannya pilihan oleh-oleh yang praktis dan estetik. Kemasan yang kedap udara juga membantu menjaga kualitas dan keawetan Yangko lebih lama. Pelajari lebih lanjut di <a href=\"https:\/\/beritathailand.it.com\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">situs berita thailand<\/a>!<\/p>\n<p>Pemasaran Yangko juga telah merambah dunia maya, dengan banyak toko online dan media sosial yang mempromosikan produk mereka. Hal ini memudahkan para penikmat Yangko di luar Yogyakarta untuk tetap bisa menikmati kelezatan penganan ini, sekaligus memperkenalkan Yangko kepada khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Yangko_Adalah_Oleh-Oleh_Wajib_dari_Jogja\"><\/span>Mengapa Yangko Adalah Oleh-Oleh Wajib dari Jogja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada banyak alasan mengapa Yangko selalu masuk dalam daftar belanja oleh-oleh saat berkunjung ke Yogyakarta. Keunikan rasanya yang manis legit dan teksturnya yang kenyal sulit ditemukan di daerah lain, menjadikannya ciri khas tersendiri. Selain itu, bentuknya yang mungil dan kemasannya yang rapi membuatnya mudah dibawa dan dibagikan kepada keluarga atau teman.<\/p>\n<p>Yangko juga memiliki daya tahan yang cukup baik, biasanya bisa bertahan beberapa hari pada suhu ruangan tanpa pengawet buatan, sehingga cocok untuk perjalanan jauh. Membawa pulang Yangko berarti membawa pulang sepotong kehangatan dan memori manis dari kota istimewa Yogyakarta, sebuah penganan yang bercerita tentang tradisi dan keahlian lokal.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Yangko_Bukan_Sekadar_Jajanan_Tapi_Warisan_Kuliner\"><\/span>Yangko: Bukan Sekadar Jajanan, Tapi Warisan Kuliner<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Yangko bukan hanya sekadar jajanan pengganjal lapar, melainkan sebuah warisan kuliner yang telah diwariskan secara turun-temurun. Setiap gigitan Yangko adalah representasi dari sejarah, budaya, dan ketelatenan masyarakat Yogyakarta dalam menjaga tradisi kuliner mereka. Mendukung produk Yangko berarti turut melestarikan kekayaan budaya Indonesia.<\/p>\n<p>Upaya pelestarian ini terlihat dari banyaknya generasi muda yang kini mulai tertarik untuk mempelajari dan mengembangkan resep Yangko, baik dari segi rasa maupun pengemasan. Hal ini memastikan bahwa Yangko akan terus hadir dan dinikmati oleh generasi mendatang, menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pusat_Oleh-Oleh_Yangko_Terkemuka_di_Jogja\"><\/span>Pusat Oleh-Oleh Yangko Terkemuka di Jogja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Saat mencari Yangko di Yogyakarta, Anda tak perlu khawatir kesulitan menemukan. Banyak toko oleh-oleh besar maupun toko khusus Yangko yang tersebar di seluruh penjuru kota. Beberapa merek Yangko yang sudah sangat terkenal dan memiliki reputasi baik antara lain Yangko Pak Mardilah, Yangko Sidoarum, dan Yangko Bu Sastro.<\/p>\n<p>Toko-toko ini biasanya menawarkan berbagai varian rasa dan ukuran, serta menyediakan produk yang selalu segar. Anda bisa mengunjungi kawasan Kotagede untuk merasakan suasana asli tempat Yangko berasal, atau mampir ke pusat oleh-oleh di Jalan Malioboro atau sekitaran stasiun untuk kemudahan berbelanja.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Memilih_dan_Menyimpan_Yangko_Terbaik\"><\/span>Tips Memilih dan Menyimpan Yangko Terbaik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk memastikan Anda mendapatkan Yangko dengan kualitas terbaik, perhatikan beberapa hal. Pilihlah Yangko dari produsen yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Perhatikan juga tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa, pastikan Yangko yang Anda beli masih segar. Aroma Yangko yang segar akan terasa khas, bukan bau apek atau asam.<\/p>\n<p>Untuk penyimpanan, Yangko sebaiknya disimpan di tempat kering dan sejuk, hindari paparan sinar matahari langsung. Jika ingin menyimpannya lebih lama, Anda bisa menyimpannya di dalam kulkas, namun pastikan untuk mengeluarkannya beberapa saat sebelum disantap agar teksturnya kembali lembut dan kenyal. Yangko memang paling nikmat disantap dalam kondisi segar. Coba sekarang di <a href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">mie gacoan jogja<\/a>!<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Yangko Jogja adalah lebih dari sekadar jajanan; ia adalah simbol kelezatan, sejarah, dan kehangatan budaya Yogyakarta. Dari teksturnya yang kenyal hingga beragam varian rasa yang menggoda, Yangko berhasil mencuri hati siapa saja yang mencicipinya. Sebagai oleh-oleh wajib, Yangko tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membawa pulang sepotong kisah dan kenangan indah dari Kota Gudeg.<\/p>\n<p>Jadi, di kunjungan Anda berikutnya ke Yogyakarta, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi dan membawa pulang Yangko. Biarkan kelezatan manis ini menjadi penutup sempurna dari petualangan Anda di kota istimewa, dan bagikan kebahagiaannya kepada orang-orang terdekat. Yangko Jogja adalah bukti nyata kekayaan kuliner Indonesia yang patut kita banggakan dan lestarikan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, kota budaya yang selalu memikat hati, tak hanya dikenal dengan pesona keraton, candi, atau alamnya yang indah. Lebih dari itu, kota ini juga kaya akan khazanah kuliner, terutama jajanan tradisional yang legendaris. Salah satu mahakarya kuliner manis yang tak boleh dilewatkan adalah Yangko Jogja. Jajanan kenyal berwarna-warni ini bukan sekadar penganan biasa, melainkan cerminan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1892,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[283,558],"class_list":["post-1893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-blog","tag-jogja","tag-yangko"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yogyakarta, kota budaya yang selalu memikat hati, tak hanya dikenal dengan pesona keraton, candi, atau alamnya yang indah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yogyakarta, kota budaya yang selalu memikat hati, tak hanya dikenal dengan pesona keraton, candi, atau alamnya yang indah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Mie Gacoan Jogja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-07T15:38:55+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\"},\"headline\":\"Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta\",\"datePublished\":\"2026-02-07T15:38:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja\"},\"wordCount\":1273,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/yangko-jogja.png?wsr\",\"keywords\":[\"jogja\",\"yangko\"],\"articleSection\":[\"Blog\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja\",\"name\":\"Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/yangko-jogja.png?wsr\",\"datePublished\":\"2026-02-07T15:38:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\"},\"description\":\"Yogyakarta, kota budaya yang selalu memikat hati, tak hanya dikenal dengan pesona keraton, candi, atau alamnya yang indah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/yangko-jogja.png?wsr\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/yangko-jogja.png?wsr\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"Yangko Jogja\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/yangko-jogja#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog Mie Gacoan Jogja\",\"description\":\"Info Menu, Promo &amp; Update Terbaru di Jogja\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/author\\\/administrator\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta","description":"Yogyakarta, kota budaya yang selalu memikat hati, tak hanya dikenal dengan pesona keraton, candi, atau alamnya yang indah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta","og_description":"Yogyakarta, kota budaya yang selalu memikat hati, tak hanya dikenal dengan pesona keraton, candi, atau alamnya yang indah.","og_url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja","og_site_name":"Blog Mie Gacoan Jogja","article_published_time":"2026-02-07T15:38:55+00:00","author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e"},"headline":"Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta","datePublished":"2026-02-07T15:38:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja"},"wordCount":1273,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/yangko-jogja.png?wsr","keywords":["jogja","yangko"],"articleSection":["Blog"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja","name":"Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta","isPartOf":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/yangko-jogja.png?wsr","datePublished":"2026-02-07T15:38:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e"},"description":"Yogyakarta, kota budaya yang selalu memikat hati, tak hanya dikenal dengan pesona keraton, candi, atau alamnya yang indah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja#primaryimage","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/yangko-jogja.png?wsr","contentUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/yangko-jogja.png?wsr","width":700,"height":400,"caption":"Yangko Jogja"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/yangko-jogja#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yangko Jogja: Kelezatan Manis Tradisional dari Yogyakarta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/","name":"Blog Mie Gacoan Jogja","description":"Info Menu, Promo &amp; Update Terbaru di Jogja","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog"],"url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/author\/administrator"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1893"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1893\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}