{"id":2257,"date":"2026-02-12T20:43:05","date_gmt":"2026-02-12T13:43:05","guid":{"rendered":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja"},"modified":"2026-02-12T20:43:05","modified_gmt":"2026-02-12T13:43:05","slug":"lurik-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja","title":{"rendered":"Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,"},"content":{"rendered":"<p>Yogyakarta, kota budaya yang kaya akan tradisi, menyimpan salah satu harta tak ternilai dalam bentuk kain tenun lurik. Lurik Jogja bukan sekadar sehelai kain, melainkan cerminan dari filosofi hidup masyarakat Jawa, dianyam dengan ketelatenan dan diwariskan secara turun-temurun. Keindahan motifnya yang sederhana namun penuh makna telah memikat banyak hati, menjadikannya lebih dari sekadar busana, tapi juga identitas.<\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, lurik telah bangkit dari citra tradisionalnya, merambah dunia fashion kontemporer dan dekorasi interior. Artikel ini akan mengajak Anda menyelami lebih dalam tentang Lurik Jogja, mulai dari jejak sejarahnya yang panjang, makna filosofis di balik setiap garisnya, proses pembuatannya yang unik, hingga transformasinya menjadi tren gaya hidup modern yang semakin digandrungi. Mari kita eksplorasi keunikan warisan budaya ini bersama! Pelajari lebih lanjut di <a href=\"https:\/\/beritathailand.it.com\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">situs berita thailand<\/a>!<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Sejarah_Lurik_Jogja_Jejak_Waktu_yang_Terukir_di_Benang\" >Sejarah Lurik Jogja: Jejak Waktu yang Terukir di Benang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Filosofi_dan_Makna_di_Balik_Motif_Lurik\" >Filosofi dan Makna di Balik Motif Lurik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Proses_Pembuatan_Lurik_Tradisional_Keahlian_Tangan_yang_Berharga\" >Proses Pembuatan Lurik Tradisional: Keahlian Tangan yang Berharga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Jenis-jenis_Lurik_Jogja_yang_Perlu_Anda_Ketahui\" >Jenis-jenis Lurik Jogja yang Perlu Anda Ketahui<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Transformasi_Lurik_Dari_Pakaian_Harian_ke_Gaya_Kontemporer\" >Transformasi Lurik: Dari Pakaian Harian ke Gaya Kontemporer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Lurik_Jogja_dalam_Industri_Fashion_Modern\" >Lurik Jogja dalam Industri Fashion Modern<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Pakaian_Siap_Pakai_Ready-to-Wear_dari_Lurik\" >Pakaian Siap Pakai (Ready-to-Wear) dari Lurik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Aksesoris_dan_Pelengkap_Gaya_Berbahan_Lurik\" >Aksesoris dan Pelengkap Gaya Berbahan Lurik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Lurik_sebagai_Elemen_Dekorasi_Interior\" >Lurik sebagai Elemen Dekorasi Interior<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Dimana_Mendapatkan_Lurik_Jogja_Asli_dan_Berkualitas\" >Dimana Mendapatkan Lurik Jogja Asli dan Berkualitas?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Lurik_Jogja_Jejak_Waktu_yang_Terukir_di_Benang\"><\/span>Sejarah Lurik Jogja: Jejak Waktu yang Terukir di Benang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kain lurik memiliki sejarah panjang yang melekat erat dengan peradaban Jawa kuno, khususnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Sejak abad ke-19, lurik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pakaian sehari-hari masyarakat umum, bahkan menjadi penanda identitas dan status sosial tertentu. Dulunya, kain ini erat kaitannya dengan upacara adat dan ritual tertentu, menunjukkan perannya yang sakral.<\/p>\n<p>Meskipun sempat meredup, semangat para pengrajin dan seniman lokal tak pernah padam. Mereka terus melestarikan teknik tenun lurik tradisional menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), menjaga agar warisan budaya ini tidak lekang oleh zaman. Kini, Lurik Jogja kembali bersinar, menjadi kebanggaan sekaligus simbol kekuatan tradisi di tengah gempuran modernisasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Filosofi_dan_Makna_di_Balik_Motif_Lurik\"><\/span>Filosofi dan Makna di Balik Motif Lurik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setiap motif pada kain lurik tidak tercipta begitu saja, melainkan sarat akan makna filosofis yang mendalam, mencerminkan kearifan lokal Jawa. Misalnya, motif &#8220;Sodo Sakler&#8221; melambangkan persatuan dan kesederhanaan, sementara &#8220;Telupat&#8221; memiliki makna keharmonisan. Kesederhanaan garis dan kotak pada lurik justru menyiratkan keanggunan yang abadi dan pesan moral yang kuat.<\/p>\n<p>Kombinasi warna yang kalem dan motif yang teratur menggambarkan ketertiban, keseimbangan, dan keselarasan dalam hidup. Memahami filosofi ini membuat kita lebih menghargai setiap helai benang yang teranyam, bukan hanya sebagai estetika visual, tetapi juga sebagai pengingat akan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh nenek moyang kita.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Pembuatan_Lurik_Tradisional_Keahlian_Tangan_yang_Berharga\"><\/span>Proses Pembuatan Lurik Tradisional: Keahlian Tangan yang Berharga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pembuatan Lurik Jogja adalah sebuah seni yang membutuhkan ketelatenan, kesabaran, dan keahlian tinggi. Prosesnya dimulai dari pemilihan benang berkualitas, pewarnaan benang, hingga penataan benang pada alat tenun tradisional (ATBM). Setiap langkah dilakukan secara manual oleh para pengrajin, menjaga keautentikan dan kualitas setiap produk yang dihasilkan.<\/p>\n<p>Kualitas lurik tenun ATBM seringkali dianggap lebih unggul dibandingkan lurik pabrikan karena teksturnya yang khas dan daya tahannya. Proses manual ini juga memungkinkan adanya sentuhan personal dari pengrajin, membuat setiap lembar lurik menjadi unik dan memiliki &#8220;jiwa&#8221; tersendiri. Inilah yang membuat harga lurik tradisional bernilai tinggi dan dihargai.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-jenis_Lurik_Jogja_yang_Perlu_Anda_Ketahui\"><\/span>Jenis-jenis Lurik Jogja yang Perlu Anda Ketahui<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lurik Jogja memiliki beragam jenis yang dibedakan berdasarkan motif, warna, dan terkadang, fungsi. Beberapa motif klasik yang sangat dikenal antara lain &#8220;Sodo Sakler&#8221; dengan garis lurus vertikalnya, &#8220;Telupat&#8221; yang membentuk kotak-kotak kecil, &#8220;Klenting Kuning&#8221; dengan pola lebih kompleks, hingga &#8220;Kembang Bayem&#8221; yang menyerupai daun bayam. Setiap jenis memiliki daya tarik dan karakteristiknya sendiri.<\/p>\n<p>Selain motif, kombinasi warna juga menjadi ciri khas lurik. Umumnya, lurik menggunakan warna-warna natural dan kalem seperti hitam, cokelat, biru tua, atau hijau lumut, namun kini telah banyak variasi warna cerah yang menarik. Mengenal berbagai jenis lurik akan membantu Anda memilih yang paling sesuai dengan selera dan kebutuhan, sekaligus mengapresiasi kekayaan desainnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Transformasi_Lurik_Dari_Pakaian_Harian_ke_Gaya_Kontemporer\"><\/span>Transformasi Lurik: Dari Pakaian Harian ke Gaya Kontemporer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dulu, lurik identik dengan pakaian sehari-hari masyarakat pedesaan atau seragam abdi dalem. Kain ini seringkali digunakan dalam bentuk kebaya, surjan, atau jarik yang sederhana. Kesederhanaannya justru memancarkan keanggunan alami dan fungsionalitas untuk aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan kreativitas para desainer, lurik mengalami transformasi signifikan. Kini, lurik tidak lagi hanya terbatas pada busana tradisional, melainkan telah diolah menjadi berbagai produk fashion kontemporer yang stylish dan modern, membuka peluang pasar yang lebih luas dan menarik minat generasi muda.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lurik_Jogja_dalam_Industri_Fashion_Modern\"><\/span>Lurik Jogja dalam Industri Fashion Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Industri fashion modern telah berhasil mengangkat Lurik Jogja ke panggung global. Banyak desainer terkemuka Indonesia yang menjadikan lurik sebagai material utama dalam koleksi mereka, mengolahnya menjadi busana siap pakai yang elegan dan berkelas. Keunikan tekstur dan motif lurik memberikan sentuhan etnik yang khas, namun tetap relevan dengan tren mode terkini.<\/p>\n<p>Tidak hanya busana, lurik juga merambah ke berbagai produk gaya hidup. Daya tarik lurik yang universal membuatnya cocok untuk beragam aplikasi, menunjukkan bahwa kain tradisional ini mampu beradaptasi dan bersaing di pasar modern tanpa kehilangan identitas aslinya. Inilah bukti nyata inovasi dalam melestarikan budaya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pakaian_Siap_Pakai_Ready-to-Wear_dari_Lurik\"><\/span>Pakaian Siap Pakai (Ready-to-Wear) dari Lurik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kemeja, blus, celana, rok, hingga dress berbahan lurik kini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin tampil beda dengan sentuhan etnik. Potongan yang modern dipadukan dengan motif lurik yang klasik menciptakan harmoni sempurna antara tradisi dan gaya kontemporer. Lurik memberikan kesan elegan namun tetap kasual, cocok untuk berbagai acara.<\/p>\n<p>Kenyamanan kain lurik yang ringan dan adem juga menjadikannya favorit untuk pakaian sehari-hari maupun semi-formal. Tidak hanya wanita, kaum pria pun kini semakin percaya diri mengenakan kemeja atau outer berbahan lurik, menunjukkan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aksesoris_dan_Pelengkap_Gaya_Berbahan_Lurik\"><\/span>Aksesoris dan Pelengkap Gaya Berbahan Lurik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Selain busana utama, lurik juga banyak diaplikasikan pada berbagai aksesoris yang mempercantik penampilan. Tas tangan, dompet, sepatu, syal, hingga bandana berbahan lurik memberikan sentuhan unik dan personal pada gaya Anda. Aksesoris ini menjadi cara mudah untuk memasukkan elemen tradisional ke dalam tampilan modern.<\/p>\n<p>Penggunaan lurik pada aksesoris juga menjadi cara efektif untuk mempopulerkan kain ini kepada khalayak yang lebih luas, termasuk mereka yang mungkin belum berani mengenakan busana lurik secara menyeluruh. Sebuah tas lurik misalnya, bisa menjadi <em>statement piece<\/em> yang menarik perhatian.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lurik_sebagai_Elemen_Dekorasi_Interior\"><\/span>Lurik sebagai Elemen Dekorasi Interior<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Keindahan dan karakter lurik tidak hanya terbatas pada dunia fashion. Kain ini juga menemukan tempatnya dalam desain interior, memberikan sentuhan hangat dan budaya pada hunian maupun ruang komersial. Sarung bantal, taplak meja, gorden, hingga hiasan dinding berbahan lurik mampu menciptakan atmosfer etnik yang artistik dan nyaman.<\/p>\n<p>Dengan motifnya yang sederhana namun kuat, lurik dapat berpadu harmonis dengan berbagai gaya interior, mulai dari minimalis hingga bohemian. Penggunaan lurik dalam dekorasi adalah cara cerdas untuk menghadirkan nuansa tradisional dan kearifan lokal ke dalam ruang modern Anda.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dimana_Mendapatkan_Lurik_Jogja_Asli_dan_Berkualitas\"><\/span>Dimana Mendapatkan Lurik Jogja Asli dan Berkualitas?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk mendapatkan Lurik Jogja yang asli dan berkualitas, Anda bisa mengunjungi pusat kerajinan tenun di desa-desa sekitar Yogyakarta, seperti di daerah Godean atau Pandak Bantul, di mana Anda bisa melihat langsung proses pembuatannya. Pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo juga menyediakan beragam pilihan lurik, namun pastikan untuk bertanya detail tentang proses pembuatannya.<\/p>\n<p>Saat ini, banyak butik dan toko online khusus yang berfokus pada produk fashion dan kerajinan lurik. Membeli dari pengrajin langsung atau toko yang kredibel tidak hanya menjamin keaslian dan kualitas produk, tetapi juga membantu mendukung keberlangsungan para perajin lokal dan melestarikan warisan budaya Indonesia yang berharga ini. Jelajahi lebih lanjut di <a href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">mie gacoan<\/a>!<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lurik Jogja adalah lebih dari sekadar sehelai kain; ia adalah narasi visual tentang sejarah, filosofi, dan ketelatenan. Dari benang-benang sederhana, tercipta motif yang kaya makna, mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa. Kemampuannya untuk beradaptasi dengan tren modern tanpa kehilangan identitas menjadikannya warisan budaya yang tak lekang oleh waktu dan relevan di era kontemporer.<\/p>\n<p>Mendukung Lurik Jogja berarti turut serta dalam melestarikan keindahan budaya bangsa. Mari kita terus mengapresiasi, menggunakan, dan mempromosikan Lurik Jogja, agar pesonanya dapat terus bersinar, menginspirasi, dan menjadi kebanggaan bagi generasi kini dan yang akan datang. Kain lurik adalah investasi budaya yang tak ternilai harganya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, kota budaya yang kaya akan tradisi, menyimpan salah satu harta tak ternilai dalam bentuk kain tenun lurik. Lurik Jogja bukan sekadar sehelai kain, melainkan cerminan dari filosofi hidup masyarakat Jawa, dianyam dengan ketelatenan dan diwariskan secara turun-temurun. Keindahan motifnya yang sederhana namun penuh makna telah memikat banyak hati, menjadikannya lebih dari sekadar busana, tapi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[283,673],"class_list":["post-2257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-blog","tag-jogja","tag-lurik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yogyakarta, kota budaya yang kaya akan tradisi, menyimpan salah satu harta tak ternilai dalam bentuk kain tenun lurik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yogyakarta, kota budaya yang kaya akan tradisi, menyimpan salah satu harta tak ternilai dalam bentuk kain tenun lurik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Mie Gacoan Jogja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-12T13:43:05+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\"},\"headline\":\"Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,\",\"datePublished\":\"2026-02-12T13:43:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja\"},\"wordCount\":1226,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/lurik-jogja.png?wsr\",\"keywords\":[\"jogja\",\"lurik\"],\"articleSection\":[\"Blog\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja\",\"name\":\"Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/lurik-jogja.png?wsr\",\"datePublished\":\"2026-02-12T13:43:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\"},\"description\":\"Yogyakarta, kota budaya yang kaya akan tradisi, menyimpan salah satu harta tak ternilai dalam bentuk kain tenun lurik.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/lurik-jogja.png?wsr\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/lurik-jogja.png?wsr\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"Lurik Jogja\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/lurik-jogja#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog Mie Gacoan Jogja\",\"description\":\"Info Menu, Promo &amp; Update Terbaru di Jogja\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/author\\\/administrator\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,","description":"Yogyakarta, kota budaya yang kaya akan tradisi, menyimpan salah satu harta tak ternilai dalam bentuk kain tenun lurik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,","og_description":"Yogyakarta, kota budaya yang kaya akan tradisi, menyimpan salah satu harta tak ternilai dalam bentuk kain tenun lurik.","og_url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja","og_site_name":"Blog Mie Gacoan Jogja","article_published_time":"2026-02-12T13:43:05+00:00","author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e"},"headline":"Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,","datePublished":"2026-02-12T13:43:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja"},"wordCount":1226,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/lurik-jogja.png?wsr","keywords":["jogja","lurik"],"articleSection":["Blog"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja","name":"Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,","isPartOf":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/lurik-jogja.png?wsr","datePublished":"2026-02-12T13:43:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e"},"description":"Yogyakarta, kota budaya yang kaya akan tradisi, menyimpan salah satu harta tak ternilai dalam bentuk kain tenun lurik.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja#primaryimage","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/lurik-jogja.png?wsr","contentUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/lurik-jogja.png?wsr","width":700,"height":400,"caption":"Lurik Jogja"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/lurik-jogja#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pesona Lurik Jogja: Menguak Keindahan Sejarah, Makna,"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/","name":"Blog Mie Gacoan Jogja","description":"Info Menu, Promo &amp; Update Terbaru di Jogja","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog"],"url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/author\/administrator"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2257"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2257\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}