{"id":2301,"date":"2026-02-13T14:15:30","date_gmt":"2026-02-13T07:15:30","guid":{"rendered":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja"},"modified":"2026-02-13T14:15:30","modified_gmt":"2026-02-13T07:15:30","slug":"bolu-kukus-tugu-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja","title":{"rendered":"Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari"},"content":{"rendered":"<p>Setiap kali berkunjung ke Yogyakarta, mencari oleh-oleh khas adalah bagian tak terpisahkan dari petualangan. Dulu, bakpia mungkin menjadi raja, namun kini ada pendatang baru yang dengan cepat merebut hati para wisatawan: Bolu Kukus Tugu Jogja. Dengan tekstur yang super lembut dan varian rasa yang inovatif, bolu kukus ini bukan hanya sekadar kudapan, melainkan pengalaman kuliner yang menggambarkan dinamika dan kreativitas Kota Pelajar.<\/p>\n<p>Nama &#8220;Tugu Jogja&#8221; pada bolu ini bukan hanya sekadar label, melainkan representasi ikon kota yang tak pernah tidur. Makanan manis ini berhasil menyajikan perpaduan sempurna antara tradisi dan modernitas, menjadikannya pilihan oleh-oleh yang sangat diminati, baik oleh warga lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara. Mari kita selami lebih dalam mengapa Bolu Kukus Tugu Jogja layak masuk dalam daftar belanja oleh-oleh Anda berikutnya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Mengapa_Bolu_Kukus_Tugu_Jogja_Begitu_Istimewa\" >Mengapa Bolu Kukus Tugu Jogja Begitu Istimewa?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Sejarah_dan_Inspirasi_di_Balik_Bolu_Kukus_Tugu\" >Sejarah dan Inspirasi di Balik Bolu Kukus Tugu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Varian_Rasa_Menggoda_Selera\" >Varian Rasa Menggoda Selera<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Varian_Original_Keju_Klasik_yang_Tak_Pernah_Salah\" >Varian Original Keju: Klasik yang Tak Pernah Salah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Cokelat_Manisnya_Kenangan_Jogja\" >Cokelat: Manisnya Kenangan Jogja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Taro_Eksotisme_Ungu_yang_Menggoda\" >Taro: Eksotisme Ungu yang Menggoda<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Tekstur_dan_Aroma_yang_Menggoda\" >Tekstur dan Aroma yang Menggoda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Pengalaman_Membeli_dan_Lokasi_Toko\" >Pengalaman Membeli dan Lokasi Toko<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Tips_Memilih_dan_Menyimpan_Bolu_Kukus_Tugu\" >Tips Memilih dan Menyimpan Bolu Kukus Tugu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Bolu_Kukus_Tugu_Jogja_Lebih_dari_Sekadar_Oleh-Oleh\" >Bolu Kukus Tugu Jogja: Lebih dari Sekadar Oleh-Oleh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Bolu_Kukus_Tugu_Jogja_Begitu_Istimewa\"><\/span>Mengapa Bolu Kukus Tugu Jogja Begitu Istimewa?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Keistimewaan Bolu Kukus Tugu Jogja terletak pada proses pembuatannya yang dikukus, menghasilkan tekstur yang jauh lebih lembut dan lembap dibandingkan bolu panggang pada umumnya. Setiap gigitan terasa ringan, empuk, dan seolah meleleh di lidah, meninggalkan jejak rasa manis yang pas. Inilah yang membedakannya, menawarkan sensasi yang unik dan sulit ditandingi oleh produk sejenis lainnya.<\/p>\n<p>Selain teksturnya yang sempurna, Bolu Kukus Tugu Jogja juga dikenal akan penggunaan bahan-bahan berkualitas premium. Resep yang dirancang khusus memastikan setiap potongannya memiliki cita rasa yang konsisten dan otentik, memanjakan lidah siapa saja yang mencicipinya. Inovasi rasa yang terus dikembangkan juga menjadi salah satu kunci popularitasnya, membuat konsumen selalu penasaran untuk mencoba varian terbaru.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_dan_Inspirasi_di_Balik_Bolu_Kukus_Tugu\"><\/span>Sejarah dan Inspirasi di Balik Bolu Kukus Tugu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bolu Kukus Tugu Jogja lahir dari keinginan untuk menciptakan oleh-oleh modern yang tetap merepresentasikan kekayaan budaya dan ikon kota Yogyakarta. Ide ini kemudian diwujudkan menjadi sebuah brand yang tak hanya menjual produk, tetapi juga cerita dan pengalaman. Nama &#8220;Tugu&#8221; sendiri dipilih karena Tugu Pal Putih adalah salah satu landmark paling ikonik di Jogja, melambangkan keanggunan dan daya tarik kota.<\/p>\n<p>Dengan berjalannya waktu, Bolu Kukus Tugu Jogja berhasil membangun reputasi sebagai oleh-oleh kekinian yang wajib dibawa pulang. Konsistensi dalam menjaga kualitas rasa dan pelayanan, ditambah strategi pemasaran yang cerdas, membuatnya cepat melejit di tengah persaingan pasar oleh-oleh yang ketat. Kini, ia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari daftar belanja wisatawan yang ingin membawa pulang sepotong manisnya Jogja.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Varian_Rasa_Menggoda_Selera\"><\/span>Varian Rasa Menggoda Selera<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu daya tarik utama Bolu Kukus Tugu Jogja adalah keberagaman varian rasanya yang mampu memanjakan berbagai selera. Dari klasik hingga inovatif, setiap varian diracik dengan cermat untuk memberikan pengalaman rasa yang berbeda dan tak terlupakan. Anda bisa menemukan rasa yang cocok untuk setiap anggota keluarga atau teman yang akan menerima oleh-oleh ini. Coba sekarang di <a href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">mie gacoan jogja<\/a>!<\/p>\n<p>Varian-varian ini tidak hanya menawarkan rasa yang lezat, tetapi juga tampil dengan visual yang menarik, membuat Bolu Kukus Tugu Jogja semakin istimewa. Mari kita intip beberapa varian yang paling populer dan banyak dicari:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Varian_Original_Keju_Klasik_yang_Tak_Pernah_Salah\"><\/span>Varian Original Keju: Klasik yang Tak Pernah Salah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bagi Anda pecinta rasa klasik dan gurih, varian Original Keju adalah pilihan yang sempurna. Perpaduan manisnya bolu kukus dengan taburan keju parut yang melimpah menciptakan harmoni rasa yang seimbang dan kaya. Keju yang digunakan pun bukan sembarang keju, melainkan dipilih khusus untuk memberikan sentuhan gurih terbaik.<\/p>\n<p>Varian ini seringkali menjadi favorit karena kemampuannya memuaskan dahaga akan rasa yang familiar namun tetap istimewa. Tekstur lembut bolu yang berpadu dengan gurihnya keju menjadikannya pilihan aman dan selalu tepat untuk oleh-oleh atau sekadar camilan sore hari yang nikmat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cokelat_Manisnya_Kenangan_Jogja\"><\/span>Cokelat: Manisnya Kenangan Jogja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pecinta cokelat pasti akan jatuh hati pada varian Cokelat Bolu Kukus Tugu Jogja. Rasa cokelat yang intens namun tidak membuat eneg, berpadu sempurna dengan kelembutan bolu. Setiap gigitan menghadirkan sensasi manis yang hangat, seolah membawa Anda kembali ke momen-momen indah di Kota Gudeg.<\/p>\n<p>Varian cokelat ini sangat populer di kalangan anak-anak maupun dewasa. Cocok untuk dinikmati bersama secangkir teh hangat atau kopi, menambah kehangatan suasana kumpul keluarga. Kehadirannya selalu sukses menciptakan senyum dan kenangan manis.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Taro_Eksotisme_Ungu_yang_Menggoda\"><\/span>Taro: Eksotisme Ungu yang Menggoda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika Anda mencari sesuatu yang lebih unik dan berbeda, varian Taro patut dicoba. Dengan warna ungu yang cantik dan aroma khas talas yang menggoda, varian ini menawarkan pengalaman rasa yang eksotis dan memanjakan indra. Rasa manis khas talas yang lembut berpadu sempurna dengan tekstur bolu yang empuk.<\/p>\n<p>Varian Taro menunjukkan inovasi dan keberanian Bolu Kukus Tugu Jogja dalam menghadirkan rasa-rasa baru yang menarik. Ini adalah pilihan tepat bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu yang tidak biasa namun tetap lezat, memberikan kejutan rasa yang menyenangkan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tekstur_dan_Aroma_yang_Menggoda\"><\/span>Tekstur dan Aroma yang Menggoda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Begitu kemasan Bolu Kukus Tugu Jogja dibuka, aroma harum langsung menyeruak, menggoda indra penciuman. Aroma manis yang lembut, bercampur dengan wangi khas masing-masing varian, sudah cukup membuat air liur menetes. Ini adalah pertanda pertama bahwa Anda akan menikmati sajian yang istimewa.<\/p>\n<p>Saat Anda memotongnya, terlihat jelas betapa empuk dan lembutnya tekstur bolu ini. Tidak mudah hancur, namun juga tidak padat. Ketika masuk ke mulut, bolu ini seolah meleleh, meninggalkan sensasi halus dan ringan di lidah. Ini adalah bukti nyata kualitas bahan dan keahlian dalam proses pembuatannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengalaman_Membeli_dan_Lokasi_Toko\"><\/span>Pengalaman Membeli dan Lokasi Toko<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengalaman membeli Bolu Kukus Tugu Jogja juga dirancang untuk memuaskan pelanggan. Toko-tokonya biasanya bersih, nyaman, dan mudah diakses, dengan desain interior yang modern dan menarik. Pelayanan staf yang ramah dan sigap juga menambah nilai positif, membuat proses belanja menjadi lebih menyenangkan.<\/p>\n<p>Anda bisa menemukan gerai Bolu Kukus Tugu Jogja di beberapa lokasi strategis di Yogyakarta, termasuk di dekat Stasiun Tugu, di jalan-jalan utama menuju objek wisata, atau di pusat perbelanjaan. Ini memudahkan para wisatawan untuk mampir dan membeli oleh-oleh sebelum meninggalkan kota atau bahkan saat sedang berwisata.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Memilih_dan_Menyimpan_Bolu_Kukus_Tugu\"><\/span>Tips Memilih dan Menyimpan Bolu Kukus Tugu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik, ada beberapa tips saat memilih dan menyimpan Bolu Kukus Tugu Jogja. Saat membeli, pastikan Anda memeriksa tanggal kedaluwarsa untuk menjamin kesegaran produk. Pilihlah varian rasa yang paling menggugah selera Anda atau yang ingin Anda hadiahkan kepada orang terkasih.<\/p>\n<p>Bolu kukus ini sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, atau di dalam kulkas jika ingin tahan lebih lama. Meskipun bolu kukus ini dikenal dengan ketahanannya, namun untuk menjaga kualitas rasa dan teksturnya, disarankan untuk mengonsumsinya dalam beberapa hari setelah pembelian. Jika disimpan di kulkas, hangatkan sebentar sebelum dinikmati untuk mengembalikan kelembutannya. Baca selengkapnya di <a href=\"https:\/\/beritathailand.it.com\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">situs berita thailand<\/a>!<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bolu_Kukus_Tugu_Jogja_Lebih_dari_Sekadar_Oleh-Oleh\"><\/span>Bolu Kukus Tugu Jogja: Lebih dari Sekadar Oleh-Oleh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bolu Kukus Tugu Jogja bukan hanya sekadar makanan manis atau oleh-oleh yang dibeli untuk formalitas. Ia telah menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan kenangan indah dari Yogyakarta. Membawanya pulang berarti membawa serta sepotong manisnya pengalaman liburan di kota yang istimewa ini.<\/p>\n<p>Setiap gigitannya adalah pengingat akan keramahan Jogja, kreativitas kulinernya, dan momen-momen tak terlupakan yang diukir di sana. Ia mampu menyatukan orang-orang di meja makan, berbagi cerita, dan menciptakan kebahagiaan melalui rasa yang lezat. Ini adalah investasi kecil untuk kebahagiaan dan kenangan manis.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bolu Kukus Tugu Jogja telah berhasil membuktikan dirinya sebagai oleh-oleh wajib yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Yogyakarta. Dengan tekstur super lembut, varian rasa yang inovatif, dan kualitas premium, bolu ini menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dan memuaskan. Ia berhasil memadukan esensi kekinian dengan kehangatan khas Jogja, menjadikannya ikon kuliner modern yang dicintai banyak orang.<\/p>\n<p>Jadi, saat Anda merencanakan perjalanan ke Kota Pelajar berikutnya, jangan lupa untuk menyempatkan diri mencicipi dan membawa pulang Bolu Kukus Tugu Jogja. Biarkan kelembutan dan kelezatannya menjadi bagian dari kenangan manis Anda tentang Yogyakarta. Pastikan untuk mencoba berbagai varian untuk menemukan favorit Anda dan bagikan kebahagiaan ini dengan orang-orang terdekat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap kali berkunjung ke Yogyakarta, mencari oleh-oleh khas adalah bagian tak terpisahkan dari petualangan. Dulu, bakpia mungkin menjadi raja, namun kini ada pendatang baru yang dengan cepat merebut hati para wisatawan: Bolu Kukus Tugu Jogja. Dengan tekstur yang super lembut dan varian rasa yang inovatif, bolu kukus ini bukan hanya sekadar kudapan, melainkan pengalaman kuliner &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2300,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[579,306],"class_list":["post-2301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-blog","tag-bolu","tag-kukus"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.2 (Yoast SEO v27.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dulu, bakpia mungkin menjadi raja, namun kini ada pendatang baru yang dengan cepat merebut hati para wisatawan: Bolu Kukus Tugu Jogja.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dulu, bakpia mungkin menjadi raja, namun kini ada pendatang baru yang dengan cepat merebut hati para wisatawan: Bolu Kukus Tugu Jogja.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Mie Gacoan Jogja\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-13T07:15:30+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\"},\"headline\":\"Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari\",\"datePublished\":\"2026-02-13T07:15:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja\"},\"wordCount\":1217,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/bolu-kukus-tugu-jogja.png?wsr\",\"keywords\":[\"bolu\",\"kukus\"],\"articleSection\":[\"Blog\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja\",\"name\":\"Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/bolu-kukus-tugu-jogja.png?wsr\",\"datePublished\":\"2026-02-13T07:15:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\"},\"description\":\"Dulu, bakpia mungkin menjadi raja, namun kini ada pendatang baru yang dengan cepat merebut hati para wisatawan: Bolu Kukus Tugu Jogja.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/bolu-kukus-tugu-jogja.png?wsr\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/bolu-kukus-tugu-jogja.png?wsr\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"Bolu Kukus Tugu Jogja\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/bolu-kukus-tugu-jogja#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog Mie Gacoan Jogja\",\"description\":\"Info Menu, Promo &amp; Update Terbaru di Jogja\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/miegacoanjogja.id\\\/blog\\\/author\\\/administrator\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari","description":"Dulu, bakpia mungkin menjadi raja, namun kini ada pendatang baru yang dengan cepat merebut hati para wisatawan: Bolu Kukus Tugu Jogja.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari","og_description":"Dulu, bakpia mungkin menjadi raja, namun kini ada pendatang baru yang dengan cepat merebut hati para wisatawan: Bolu Kukus Tugu Jogja.","og_url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja","og_site_name":"Blog Mie Gacoan Jogja","article_published_time":"2026-02-13T07:15:30+00:00","author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e"},"headline":"Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari","datePublished":"2026-02-13T07:15:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja"},"wordCount":1217,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/bolu-kukus-tugu-jogja.png?wsr","keywords":["bolu","kukus"],"articleSection":["Blog"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja","name":"Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari","isPartOf":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/bolu-kukus-tugu-jogja.png?wsr","datePublished":"2026-02-13T07:15:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e"},"description":"Dulu, bakpia mungkin menjadi raja, namun kini ada pendatang baru yang dengan cepat merebut hati para wisatawan: Bolu Kukus Tugu Jogja.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja#primaryimage","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/bolu-kukus-tugu-jogja.png?wsr","contentUrl":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/bolu-kukus-tugu-jogja.png?wsr","width":700,"height":400,"caption":"Bolu Kukus Tugu Jogja"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/bolu-kukus-tugu-jogja#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bolu Kukus Tugu Jogja: Oleh-Oleh Kekinian dari"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/","name":"Blog Mie Gacoan Jogja","description":"Info Menu, Promo &amp; Update Terbaru di Jogja","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/#\/schema\/person\/c45b9c1c44afa0c4f8403a3dbd77bd7e","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6153227d9b8fc4f43c95c91c4e50e19704f2af31b2bcc8cf235921756c0d0036?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog"],"url":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/author\/administrator"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2301"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2301\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/miegacoanjogja.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}